Mengenal Ibnu Sutowo, Jalannya Diresmikan Gubernur Saat HUT OKU Timur Ke-19

OKUTIMUR.CI, Martapura – Dikutip dari penggalan cerita buku karangan Ramadhan KH yang berjudul Ibnu Sutowo: Saatnya Saya Bercerita.

Mengenal Ibnu Sutowo, Jalannya Diresmikan Gubernur Saat HUT OKU Timur Ke-19 kabupaten OKU Timur daerah kecil di Pulau Sumatera bagian Selatan, Sekarang Martapura ibukota kabupaten Ogan Komering Ulu Timur provinsi Sumatera Selatan yang dilintasi perjalanan kereta api dari Tanjungkarang, Lampung dan Palembang.

Berawal Berita Indonesia kemerdekaan republik Indonesia menyebar luas dari Sabang sampai Merauke, Mereka mengetahui dari tulisan yang ada di kereta api yang lewat bertuliskan “Indonesia Merdeka” dan dari berbagai slogan serta dihias dengan bendera Merah Putih.

Saat itu para pemuda Martapura, juga menyambut kemerdekaan itu dengan menyarankan orang untuk memasang bendera Merah Putih.

Ibnu Sutowo yang mempunyai kain lambang Palang Merah yang besar untuk digunakan tanda perlindungan dalam keadaan perang, lalu olehnya Lambang Palang Merah itu diubah menjadi berpuluh-puluh bendera Merah Putih kemudian dipasang di rumah kami sendiri.

Perubahan situasi yang mendasar bagi kehidupan ini tercium juga oleh masyarakat luas. Mereka mulai bergerak merdeka semau sendiri dengan melakukan kerusuhan kecil-kecilan dan perbuatan lainnya. Barisan pemuda yang kemudian memilih ia sebagai pemimpinnya mengambil tindakan tegas sehingga kekacauan tidak berlarut.

Untunglah kekuasaan dan kewibawaan Pasirah tetap memancar. Ketertiban masyarakat terjaga oleh barisan anak muda yang dengan cepat mulai mengerti apa itu arti Indonesia Merdeka. (*)

Launching Desa Cantik Statistik Di Rumah Adat Keraton Desa Tanjung Raya Belitang

OKUTIMUR.CO, Belitang – Launching Desa/Kelurahan Cantik Statistik (Desa Cantik) Tingkat  Sumatera Selatan Di Rumah Adat Keraton, Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang di buka langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, S.H, M.M.

Peresmian pembukaan Desa cantik tersebut juga di hadiri Deputi Badan Pusat Statistik pusat dan provinsi serta Bupati H. Lanosin, S.T didampingi wakil Bupati H.M Adi Nugraha Purna Yudha, S.H dan forkompinda.

Dalam pidatonya Bupati Enos mengatakan, Sejarah di Keraton desa Tanjung Raya Kecamatan Belitang yang merupakan awal pusat pemerintahan marga Belitang yang dibangun sejak tahun 1810 dengan ukuran 18 x 22 meter.

“Keraton ini dulunya merupakan kediaman dari ratu bagus Baginda Ali yang merupakan silsilah kedua dari marga Blitar dan keturunan raja dari Way kanan provinsi Lampung, di dalam bangunan Keraton ini masih tersimpan dengan baik foto ratu bagus Baginda Ali, ada juga beberapa Keramik dan berbagai peralatan rumah tangga berbahan Kuningan dan tembaga dengan desain yang antik maupun berbagai benda bersejarah lainnya,” Ungkap Bupati Enos, Rabu, 28 September 2022.

Keraton ini dulunya merupakan kediaman dari ratu bagus Baginda Ali yang merupakan sila kedua dari marga Blitar dan keturunan raja dari Way kanan provinsi Lampung.

“Di dalam bangunan Keraton ini masih tersimpan dengan baik foto ratu bagus Baginda Ali beberapa tahun perang beberapa keramik dan berbagai peralatan rumah tangga berbahan Kuningan dan tembaga dengan desain yang antik maupun berbagai benda bersejarah lainnya,” Ungkapnya.

Sedangkan Deputi BPS Setianto, S.E, M.M mengatakan, membawa manfaat yang baik dan menjadi langkah konkrit kita untuk saling bersinergi membangun negeri.

“Urgensi dari pembangunan Indonesia secara adil dan merata, pentingnya kerjasama untuk membangun negara yang Indonesia sentris dengan cara membangun dari pinggiran dari desa dari pulau terdepan hingga perbatasan upaya-upaya membangun dari pinggiran,” Katanya.

Klik Video Launching Desa Cantik

Jadi menurutnya, Sesuai RPJMN 2015-2019 yang mampu mengentaskan lebih dari 5000 desa tertinggal di seluruh Indonesia dan mendorong lebih dari 2000 desa untuk menjadi desa mandiri pada periode 2022 2024 ini kembali pemerintah targetkan pencapaian dengan target pengentasan desa tertinggal yang lebih masif.

“Provinsi Sumatera Selatan sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal, namun demikian kita masih ada PR di Sumatera Selatan sebanyak 137 desa tertinggal yang perlu menjadi perhatian,” katanya.

Dengan pemanfaatan data statistik sebagai informasi utama dalam membangun desa sehingga pembangunan desa dapat lebih tepat sasaran sebagai instansi yang diamanatkan untuk melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan statistik.

Sementara Gubernur Herman Deru dalam pidatonya mengatakan, mengajak kita semua bersama-sama memanfaatkan data ini dengan baik sebagai awalan dalam kita membangun mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai dengan pengawasannya.

“Desa Cinta statistik yang kita patut bangga di Indonesia ini yang secara menyeluruh mendeklarasikan desanya sebagai desa cantik baru Sumatera Selatan,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan, Gerakan Sumsel yang kita pimpin dan sekaligus menjadikan masyarakat-masyarakat ini cerdas dengan keterbukaan data yang kita sajikan kepada masyarakat itu sendiri.

Dalam launching tersebut dilakukan Penandatanganan deklarasi dukungan pelaksanaan Desa cantik. [Crew]

Lestarikan Budaya, Lanosin dan dr Sheila Di Arak Naik Jempana Hadiri Pesta Budaya Bunga Mayang

OKUTIMURCO, Bunga Mayang – Bak Raja dan Ratu, Orang nomor satu di OKU Timur Lanosin bersama ketua TP PKK dr Hj Sheila Noberta, SpA. MKes menaiki Jempana dan diarak menuju tempat acara pertunjukan dan reflika budaya masyarakat kecamatan Bunga Mayang.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Negeri Ratu Kecamatan Bunga Mayang, Selasa 9 Agustus 2022 memadukan berbagai budaya dari 8 Desa di Kecamatan tersebut, dengan mengangkat tema Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat dalam rangka memperingati HUT RI ke 77 Tahun 2022.

Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T hadir langsung didampingi oleh Ketua TP PKK OKU Timur dr Hj Sheila Noberta, SpA M Kes turut hadir Camat Bunga Mayang Inoferwenti Intan selaku tuan rumah sekaligus Camat Bunga Mayang, Kepala OPD dan Ketua Adat OKU Timur.

Berbagai seni budaya ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari Bulan Baghra, Bumiah, Ningkukan, Pisakan, Bantangan, dan Tarian Tarian serta dilakukan pula pemberian Adok Pengangkon dari masyarakat Bunga Mayang kepada Bupati OKU Timur dan Ketua TP PKK OKU Timur.

Kepala Desa Negeri Ratu, Basir Hasan dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan tali silaturahmi berbagai suku, agama, dan budaya yang ada di Kecamatan Bunga Mayang. “Kemudian terselenggaranya acara ini adalah berkat dukungan semua pihak mulai dari camat bunga mayang, 8 kepala desa dan para pemangku adat serta para pendidik,” jelasnya.

Sedangkan Camat Bunga Mayang, Inoferwenti Intan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Ketua TP PKK yang menyempatkan hadir dalam acara kami ini. “Kami ingin kebudayaan yang ada di Kecamatan Bunga Mayang ini terlihat atau terangkat ke permukaan dengan beragam budaya, suku dan agama namun kami tetap bersatu mewujudkan Kabupaten OKU Timur Maju Lebih Mulia,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Bupati OKU Timur H Lanosin, ST mengatakan kebudayaan di OKU Timur harus terus dilestarikan, jangan sampai tergerus oleh perkembangan dan kemajuan zaman.

“Saya sempat bermimpi ingin mengadakan suatu kegiatan yang mempersatukan semua perbedaan yang ada, mulai dari suku, agama, budaya dan berbagai kesenian, Namun siapa sangka, hari ini Kecamatan Bunga Mayang yang terdiri dari 8 Desa mewujudkan mimpi saya tersebut di sini, Saya sangat mengapresiasi,” Ungkapnya. [Ril]

Bupati Lanosin buka Pra Kongres Kebudayaan Komering ke-1

OKUTIMURCO, Martapura – Bupati Lanosin melalui Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) kabupaten OKU Timur buka Pra Kongres ke-1 Kebudayaan pada rabu pagi 20 juli 2022 bertempat di Aula Parai Puri Tani desa Sungai Tuha Jaya Kecamatan Martapura.

Berdasarkan amanat UU tentang pelestarian budaya, negara wajib berperan aktif menjalankan agenda pemajuan kebudayaan nasional terkhusus kabupaten sebiduk sehaluan untuk melaksanakan amanat UUD tersebut yang diterbitkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sambutan dibuka oleh Dr. A. Erwan Suryanegara, M.Sn salah satu pegiat yang aktif dalam kebudayaan, meneliti kerajaan Sriwijaya dan budaya lain mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan hari ini.

“Terima kasih kepada rekan-rekan yang berhasil menggodok terlaksananya kongres ini hingga akhirnya kita hadir bersama,” katanya.

Menurutnya, mengapa kongres kebudayaan komering yang pertama ini di wilayah sumatera selatan harus dilaksanakan?, “Kebudayaan itu ada 2 yaitu, yang  tampak dan yang tidak tampak, pertama tidak tampak adalah nilai-nilai ini yang cenderung punah karena perbedaaan peradaban,  apalagi kemajuan tekhnologi yang serba bergerak cepat,” katanya.

kepala Disdikbud Wakimin, S.pd, M.M.

Selanjutnya ia melanjutkan, Tujuan Kongres ini merumuskan pokok pemikiran yang membutuhkan regulasi yaitu menggali, meneliti, mendokumentasi serta menumbuhkembangkan budaya komering. “Mudah-mudahan dengan kongres ini akan perumus pokok-pokok kemajuan budaya kabupaten OKU Timur,” katanya didampingi Drs. H. Surya Bhakti, M.M Ketua PGRI OKU Timur periode 2020-2025 dan kepala Disdikbud Wakimin, S.pd, M.M.

Dr. A. Erwan Suryanegara, M.Sn

Jadi, wilayah kultural budaya komering wilayah yang ada di sumatera selatan ini terdiri dari OKU bagian Timur, Selatan, Induk, Ilir. “Insyaalloh peserta nantinya secara bergulir dan berkesinambungan dengan kerja tim menyusun kepanitiaan serta merumuskan perangkat kerja hingga kita tinggal menghantarkan hasil kongres” katanya.

Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T

Bupati Enos yang meresmikan kongres mengatakan, dari semua Kebudayaan semua hampir mempunyai hak paten. “Kita harus menghakpaten kebudayaan kita yang baik-baik dan terus dipertahankan menjadi budaya bangsa, seperti tari sambutan serta pencak silat, “katanya saat membuka Pra Kongres Kebudayaan ke-1, di Aula Hotel Parai Tani Martapura, Selasa (20/07/2022).

Menurut Bupati Enos, Wilayah kita yang berbeda-beda di OKU Timur karena tidak ada yang mempersatukannya.

“Pencak silat komering menjadi pencak silat budaya agar dapat dipatenkan, semoga keberagaman yang ada di kabupaten sebiduk sehaluan dapat bersatu dalam kongres selanjutnya di Ancol Jakarta” harapnya dihadiri rektor Universitas Terbuka Palembang, Nurul huda, Muhammadiyah, Wakil ketua FOKKU bersama sekretaris serta 6 pemberi materi Dr. Meita Istianda, S.I.P., M.Si, Drs. A. Rapani Igama, M.Si, Ir. Iskandar Ilyas, M.T, Dr. A. Erwan Suryanegara, M.Sn, H. Leo Budi Rahmadi, S.E, H. Sugeng Supriyanto, S.P, M.M dan para OPD pemkab OKU Timur. [Adv]

Gerakan Launching Kampung Literasi OKU Timur 2022

OKUTIMURCO, Martapura – Gerakan Launching Kampung Literasi dan gerakan kabupaten sadar arsip kabupaten OKU Timur 2022 berlangsung di balai rakyat milik Pemkab OKU Timur Rabu, 8 Juni 2022 pukul 09:00.

Dalam rangkaian acara tersebut dilakukan pengukuhan bunda literasi kecamatan, pengukuhan duta baca daerah, pengukuhan duta baca pelajar dari SD sampai SMA serta gerakan relawan cinta arsip.

Kepala arsip perpustakaan kabupaten OKU Timur Dr. Sopian Hadi, M.M dalam laporannya menyampaikan, dengan menyediakan berbagai buku dan bacaan  untuk mencari pengetahuan dan keterampilan.

“Menjalankan minimal dua komponen dari 6 literasi, pertama yaitu Literasi membaca, menulis serta berhitung dan yang kedua adalah kecakapan untuk menganalisis informasi,” jelasnya dihadiri para camat se-kabupaten OKU Timur.

https://youtu.be/OdHOZhxFYYM
Video 1

Kedepan mari kita wujudkan transformasi perpustakaan digital  berbasis inklusi sosial dari desa sampai ketingkat kabupaten agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga memiliki kualitas daya saing global.

Video 2

Bunda Literasi dr Sheila Noberta, SpA, M,Kes dalam pidatonya menyampaikan pengukuhan ini merupakan amanah yang dititipkan ke pundak kita semua.

“Konsentrasi saya adalah pengembangan budaya baca dan pemberdayaan perpustakaan yang salah satunya sebagai sarana belajar yang memiliki fungsi edukati, informasif,  kreatif, riset dan penelitian,” Ungkapnya

Bunda Literasi juga menambahkan, menumbuhkan budaya minat dan gemar membaca dibutuhkan dukungan semua lapisan.

“Dengan keterbatasan bahan bacaan dan perpustakaan sebagai pusat kegiatan, semoga tahun 2023 kita mempunyai perpustakaan daerah.

Kepala dinas Perpustakaan provinsi Sumatera Selatan ibu Fitriana, S,Sos, MSi dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upaya dari Pemkab OKU Timur sejalan dengan program Gubernur Sumatera Selatan terutama kebudayaan dalam minat membaca dapat melahirkan SDM berkualitas, berkompeten, dari gemar membaca.

“Dengan terus melakukan giat seperti ini tingkat kegemaran membaca di sumsel akan terus meningkat terutama Indeks kualitas SDM terus meningkat, Tentu jika semua pihak dapat berkontribusi dengan sinergi dan berkolaborasi keinginan tersebut akan segera terwujud,” katanya

Bupati H Lanosin, ST yang hadir mendampingi mengungkapkan bahwa jangan sampai perpustakaan kabupaten kita ini tidak ada perpustakaan, Secara teknis perpustakaan yang tidak dekat sekolah dapat dilakukan dengan perpustakaan keliling. “Intinya bila ingin membuka jendela dunia dimulai dengan gemar membaca,” Pesannya.

Diketahui 6,000 lebih judul buku yang ada di kabupaten sebiduk sehaluan, selain pengukuhan relawan literasi juga diadakan lomba bercerita (Story Telling) tingkat sekolah dasar sekabupaten OKU Timur. [CrewBKM]

Gubernur dan Bupati Lanosin Mulang Tiyuh Bersama IKA GUBA Di Gunung Batu

OKUTIMURCO, Gunung Batu – Gubernur Herman Deru bersama Bupati OKU Timur Lanosin Mulang Tiyuh (Pulang Kampung) bersama Ikatan Gunung Batu (IKAGUBA) di desa Gunung Batu Kecamatan Cempaka, Sabtu 4 Juni 2022 pukul 13:00 Wib.

Bupati OKU Timur H. Lanosin menghadiri langsung kegiatan IKAGUBA

Gubernur Sumatera Selatan yang diwakilkan asisten III Darmabudi, S.H, S.T, M.M mengatakan, program pembangunan masa pemerintahan bapak Herman Deru dan Mawardi baik fisik maupun non fisik baik berupa pendidikan, kesehatan yang saya langsung menangani untuk memperbaiki infrastruktur terutama jembatan dan jalan.

Menurutnya, Kami memperbaiki seluruh kerusakan dan ketertinggalan infrastruktur yang ada di Sumatera Selatan dengan anggaran yang luar biasa. “Sesuai dengan visi, misi yang dicanangkan bapak Gubernur dan wakil gubernur, kurang lebih anggaran yang salurkan kurang lebih Rp. 1 Triliun,” Ungkapnya.

Darmabudi, S.H, S.T, M.M

Lebih lanjut Darmabudi juga menyampaikan, dana yang dialokasikan untuk penanganan Jembatan dan jalan, bantuan dari Gubernur memang diperuntukkan seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Ketua umum FOKKU H. Maramis, S.H, M.H

“Kami memang sengaja hadir secara langsung disini, menindaklanjuti keinginan dari masyarakat. Usulan program yang diinginkan agar segera diajukan untuk dimasukan di APBD 2022 perubahan melalui dana bantuan Gubernur,” Ucapnya yang dihadiri ketua IKAGUBA H. Daut Rotasi, S.E, ketua umum FOKKU H. Maramis, S.H, M.H didampingi H. Hidayat Comsu rombongan serta hadir juga dari forkompinda Sumsel, Forkompinda OKU Timur, kepala Dinas, Camat, Danramil, Kapolsek, Sekcam, unsur Muspika dan para Kades sekecamatan Cempaka.

ketua IKAGUBA H. Daut Rotasi, S.E

Dalam pidatonya Bupati Enos menuturkan sangat mengapresiasi dengan terbentuknya IKAGUBA, mudah-mudahan desa-desa lain yang ada di OKU Timur bisa membentuk forum-forum atau organisasi seperti ini. “Pada prinsipnya pihak pemerintah siap memberikan support,” tandasnya.

Sementara Kades Gunung Batu Hasanudin menyampaikan, Banyak berterimakasih kepada bapak Bupati Gubernur yang telah datang dan membantu di desa kami ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Herman Deru memberikan bantuan dana sebesar Rp. 25 juta dan dua ekor Sapi. [Jun]

Gubernur Herman Deru Kukuhkan FOKKU 2022-2027

OKUTIMUR.CO, Palembang – Gubernur Sumsel dan juga selaku Ketua Dewan Kehormatan Pengurus Forum Keluarga Ogan Komering Ulu (FOKKU) H. Herman Deru mengukuhkan kepengurusan FOKKU Periode 2022-2027 di Griya Agung Palembang, Minggu 29 Mei 2022.

Dalam sambutannya Herman Deru berpesan kepada FOKKU untuk menjaga semua kehormatan antar suku, adat dan budaya dengan menjalin silaturami yang baik. Sebab jika hal itu tertanam didalam diri maka dia meyakini Sum-sel akan zero konflik.

Untuk itu orientasi yang Herman Deru harap kepada semua kesukuan yang ada di Sumsel ini agar bersama- sama menjaga arah dan tujuan yang benar yakni menjaga dan mempertahankan adat dan budaya warian dari leluhur masing-masing tanpa mengeyampingkan kehormatan terhadap suku lainnya.

Apalagi lanjut Bapak Pembangunan Sumsel itu menyebutkan kontribusi selama ini yang diberikan oleh semua kesukuan yang ada di Sumsel termasuk FOKKU sudah sangat terasa salah satunya mendorong program gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP).

Dimana kata Herman Deru bukti yang ada dilapangan menjelang ramadhan dan idul fitri tidak terjadi inflasi dan kenaikan harga yang dahsyat sehingga semua berjalan normal.

Ketua Umum FOKKU periode 2022-2027, H. Maramis mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang telah mendukung dan mensuport kegiatan pengukuhan FOKKU.

Turut hadir, Tokoh Masyarakat dan Ketua PNSB , Syarial Oesman, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Luatia Herman Deru, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Ketua Kormi Sumsel Hj. Samantha HD, Para Bupati/Walikota yang mewakili, serta para tokoh masyarakat, ketua adat, Suku dan Agama se sum-sel. [HMS]

Pengrajin Songket Gunung Batu Ikuti Pelatihan Kerajinan Tenun Kain Lawas Bidak

OKUTIMURCO – Pengrajin Songket desa Gunung Batu kecamatan Cempaka mengikuti pelatihan tenun kain lawas Bidak, di Aula Marga, Senin, 7 Desember 2022. Pelatihan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) OKU Timur tersebut sebagai bentuk pemberdayaan pelestarian kain tenun khas Komering yang hampir punah.

Kain tenun tradisional merupakan kerajinan khas suku Komering yang dahulunya dipakai petinggi marga. Dusun Gunung Batu pada zaman nenek moyang merupakan sentra tenun kain tradisional. Namun pada era 20-an profesi itu hanya ada beberapa perajin saja yang tersisa.

dr. Sheila Noberta selaku ketua TP PKK bekerjasama dengan Dekranasda OKU Timur menyebutkan tujuan pelatihan kain Bidak Komering ini untuk menyelamatkan kerajinan lokal dan tetap melestarikannya.

“Ciri khas kerajinan OKU Timur harus tetap kita jaga dan dilestarikan, karena kain Bidak ini pada jaman dahulu dipakai para petinggi marga yang ada di kabupaten sebiduk sehaluan,” ucapnya.

Selain itu, tujuan pemasaran kain ini akan dipamerkan langsung oleh TP PKK Sumsel “Kalau untuk pemasaran, pihak kita akan terus mempromosikan kain Bidak dan Angkinan yang bernilai khas budaya tinggi,” kata ketua dr. Sheila Noberta didampingi Camat Cempaka Arisman, S.Sos, M.M beserta isteri.

Menurutnya, pemerintah daerah kabupaten OKU Timur terus berupaya, agar kerajinan kain tenun tradisional lokal tidak hilang dan punah. “Kami memberi pelatihan kepada penerus baik bagi ibu rumah tangga dan kaula muda agar kualitasnya tetap terus meningkat,” pungkasnya di hadiri kades Gunung Batu Hasanuddin [Jun/Ril]

Bupati Enos Minta Dekranasda Berkembang Melalui Strategi Kreatif Dan Inovatif

Martapura, OKUTIMUR.CO – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten OKU Timur periode 2021-2026 yang baru dikukuhkan diminta untuk berkembang melalui strategi kreatif dan inovatif.

Bupati OKU Timur, Lanosin, menyatakan hal itu saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) OKU Timur 2021-2026 di di Balai Rakyat Setda OKU Timur. Kamis, 09 Desember 2021.

“Kami ingin Dekranasda ini sepantasnya mengembangkan kerajinan yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan ini,” kata Enos, sapaan akrab Lanosin Hamzah.

Enos meminta para pengurus yang sudah dilantik harus produktif menghasilkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, kerajinan yang mengeluarkan produk disukai masyarakat mulai dari harga, desain, kreativitas dan letak pemasaran yang strategis harus diperhatikan.

Dalam acara pengukuhan itu, Enos juga menyampaikan “Insyaallah tahun depan kita bangunkan Anjungan Deskranda di Jakabaring Palembang,” kata Enos.

https://okutimur.co.103-160-37-28.cprapid.com/2021/07/04/sulaman-kain-angkingan-andalan-oku-timur/

Ketua Dekranasda OKU Timur, dr. Sheila Noberta, menyambut positif strategi yang diinstruksikan bupati, yaitu memperhatikan para pelaku usaha kerajinan produk khas OKU Timur untuk dipasarkan yang seluas-luasnya.

“Oleh karena itu kami meminta bantuan agar Pemkab OKU Timur untuk membantu menyediakan Anjungan Deskranda di Jakabaring Palembang guna mempermudah memperkenalkan budaya dan kerajinan khas OKU Timur lebih luas lagi,” ucap dr. Sheila. [Ril/R10]

Mengangkat Historis masyarakat guna pelestarian adat dan budaya OKU Timur

Dua Doktor Di Sumsel Teliti Adat Budaya Komering

  • Tim Peneliti dari Universitas Terbuka Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan tim Peneliti dari Universitas Sriwijaya, Universitas PGRI dan UIN Raden Fatah Palembang melakukan penelitian terhadap adat budaya Komering yang ada di Kabupaten OKU Timur.

Tim ini diketuai Dr Meita Istianda, S.IP, M.Si, Redi Firmansyah, S.H, M.H dari Universitas Terbuka Sumsel. Dr Dedi Irwanto, M.A dari Universitas Sriwijaya, Griyanto, S.Pd, M.Sc dari Universitas PGRI Palembang, Kemas A. Rachman Panji, S.Pd, M.Si dan Hidayatul Fikri, S.Kom dari UIN Raden Fatah Palembang.

Tim Peneliti ini ingin menggali Model Pengaturan Sosio Kultural berbasis kehidupan Marga masa lampau dalam Resolusi Kebijakan Sosial-Kultural di masa kini yang ada di Kabupaten OKU Timur.

Mereka mendatangi langsung rumah tokoh-tokoh masyarakat adat Komering, mulai dari Kecamatan Buay Madang, Martapura, Buay Pemuka Peliung, BP. Bangsa Raja, Madang Suku I dan Wilayah Komering lainnya.

Ketua Tim Peneliti Dr Meita Istianda, S.IP, M.Si, usai berkunjung dikediaman Ketua Pembina Lembaga Adat OKU Timur mengatakan, kedatangan mereka di OKU Timur kali ini untuk meneliti, melihat dan menanyakan langsung kepada masyarakat Komering apakah sampai saat ini masih ada nilai-nilai masa Pemerintah Marga yang dipakai pada Pemerintahan saat ini.

“Kenapa masa Marga karena ini menjadi bagian penting bagi adat kebudayaan Komering. Salah satunya di OKU Timur sudah dibentuk ketua lembaga adat, ini wadah yang sangat bagus sekali bagi masyarakat OKU Timur untuk mengetahui adat isitiadatnya. Jangan sampai generasi muda terputus terhadap adat budayanya sendiri,” katanya.

Mudah-mudahan lanjut dia, penelitian ini bisa menghasilkan satu produk yang bisa membantu Pemerintah untuk melestarikan adat budaya Komering baik melalui Dinas Kebudayaan maupun lembaga adat sendiri.

“Itu konsentrasi pada Penilitian kami. Sehingga outputnya nanti berbentuk buku, artikel yang nantinya membantu mensosialisasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, dari hasil pertemuan dengan para tokoh-tokoh adat masyarakat Komering hampir semua menarik untuk diliterasikan, baik dari sistem pemerintahan pada masa Marganya, sistem Adatnya yang sudah bisa mengatur masyarakat pada masa dulu sehingga tercipta ketertiban sosial.

“Kalau dulu bisa menciptakan situasi sosial yang baik sehingga masyarakat bisa melakukan ekonomi dengan baik, tertata mana daerah untuk mereka menggali potensi sumber daya alam, mana bukan sebetulnya untuk tanaman Obat-obatan sudah ada bagian-bagiannya, dan saya rasa tidak ada di masa sekarang. Ini menjadi satu hal yang menarik,” ujarnya.

Dalam adat sastra tutur, Dr Meita memaparkan, terdapat Pisaan, Warahan sastra ini memiliki nilai-nilai sangat luar biasa, disitu ada isi nasihat tapi tanpa menggurui. Menurutnya disini sebetulnya ada keterputusan juga, kalau sekarang anak-anak muda kalau dinasehati belum tentu menurut karena caranya berbeda. Beda dengan pisan dan Warahan ini menasihati dengan seni, memuat sindiran halus yang mengena.

“Saya rasa ini mesti kita gali baik lembaga adat, Dinas terkait supaya adat ini tetap dipertahankan. Hasil dari Penilitian ini kami targetkan tahun ini selesai dibukukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kerja sama Tim Penilitian Universitas Terbuka Sumsel dengan Tim Penilitian dari Unsri, Universitas PGRI UIN Raden Fatah Palembang, merupakan kolaborasi ilmu agar ada multi disiplin tidak mono disiplin. Sehingga dengan multi disiplin akan lebih kaya sekali turun ke lapangan banyak dilihat perspektifnya mulai dari sejarahnya, politik, ekonomi.

“Mungkin bisa terkait pada analisis kebijakan jangan-jangan misalnya di daerah tersebut ada kebijakan tidak nyambung tidak sesuai apa yang diinginkan masyarakat itu terlihat dari misalnya adanya disparitas ekonomi yang tinggi, misalnya masyarakat itu tidak semua bisa menikmati ekonomi dengan baik, masih ada masyarakat miskin. Jangan-jangan itu sebetulnya ada kaitannya dengan zaman dahulu ada keterputusan komunikasi yang sebetulnya tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya, ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur H. Leo Budi Rachmadi, SE mengapresiasi kegiatan Tim Penelitian yang memiliki perhatian cukup serius terhadap adat budaya Komering, ini adalah bagian pemberdayaan masyarakat adat khususnya dalam lingkup budaya.

“Ini tentu membantu Lembaga Adat untuk pelestarian adat budaya yang ada. Apalagi tim Peniliti ini akan mengangkat Historis masyarakat Komering dari jaman Pemerintah Marga hingga kekinian. Disini akan dilihat atau dibandingkan apakah masih ada sistem dari jaman pemerintah Marga yang masih dijalankan sampai saat ini. Hal Positif yang ada di masa lalu tentu akan kita kembangkan dan angkat lagi,” katanya.

Lembaga Adat, pemerintah daerah, tim Peniliti lanjut Leo, tentu tujuannya sama untuk pelestarian adat, budaya. Lembaga Adat OKU Timur sendiri untuk menggali adat budaya, saya ini pihaknya masih konsen melakukan tahap bertahap, mulai dari penertiban administrasi, dokumentasi. Sehingga generasi yang akan datang ketika mempelajari adat budaya sudah ada referensinya yang memang dilengkapi administrasi dan dokumentasi. Apalagi kedatangan dari tim Peniliti ini tentu dapat membantu Lembaga Adat juga baik itu bentuk buku maupun visualisasi.

“Seperti sastra tutur sangat menarik mungkin kedepan dari Dinas Provinsi atau tim Peniliti ini bisa mengembangkan bahwa sastra tutur ini kita kembangkan melalui medsos, masuk di perlombaan ditingkat pelajar/mahasiswa , tidak perlu kita kumpul di satu titik, yang penting bisa mengirimkan video siapa yang juara bisa mendapatkan penghargaan dari bapak Gubernur Sumsel H. Herman Deru,” kata Leo.

Dirinya yakin, ini akan di support oleh Gubernur Sumsel, sebab Gubernur Sumsel saat ini besar dan lahir dari masyarakat adat, Orang tua Mantan Bupati OKU Timur itu salah satu Pesirah Dijazirah Komering, dan sekarang selain sebagai Gubernur H. Herman Deru juga sebagai Ketua masyarakat melayu Indonesia.

Prinsip kita Adat dalam sekup lebih luas Budaya harus menjadi subordinat agama sepanjang tidak bertentangan dengan agama kita jalankan. Adat istiadat ini akan kita upayakan menjadi referensi masyarakat, bukan hanya untuk masyarakat adat tapi milik semua lapisan masyarakat,” imbuhnya. (Rilis Forwako OKUT)