MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mulai mematangkan peta jalan pembangunan untuk tahun 2026 dan 2027. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 yang digelar di Balai Rakyat, Senin, Maret 2026, Bupati Lanosin menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Mengusung tema besar percepatan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM, Lanosin menyebut Musrenbang bukan sekadar seremoni tahunan. “Perencanaan harus menjawab tantangan zaman melalui sinergi pusat hingga desa. Program yang disusun harus terarah dan berdampak nyata,” ujar Lanosin di hadapan jajaran Forkopimda dan Wakil Bupati HM Adi Nugraha Purna Yudha.
Menjaga Mahkota Pangan Nasional
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, OKU Timur menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan produktivitas. Lanosin mengungkapkan bahwa target produksi 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) telah berhasil ditembus pada tahun 2026.
Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah terlena. Mengingat 60 hingga 70 persen penduduk bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, fokus ke depan adalah menjaga stabilitas produksi serta mulai merambah ke sektor hilirisasi komoditas unggulan.
Strategi di Tengah Defisit Anggaran
Kepala Bapperida OKU Timur, Maryus Markus Firdaus, mengakui tantangan utama pembangunan saat ini adalah keterbatasan anggaran. Sebagian besar belanja daerah telah terserap untuk kebutuhan wajib dan layanan dasar.
Untuk menyiasatinya, pemerintah menempuh dua strategi utama:
Penentuan Skala Prioritas: Memilih program yang paling mendesak secara objektif.
Optimalisasi Dana Non-APBD: Mencari dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun sumber sah lainnya.
Prioritas Pembangunan 2026
Berdasarkan hasil forum, terdapat beberapa poin krusial yang akan menjadi prioritas kerja pemerintah daerah, di antaranya:
Infrastruktur yaitu dengan pemerataan konektivitas antarwilayah.
Pelayanan Publik dengan peningkatan kualitas layanan dasar.
Sumber Daya Manusia (SDM) dengan penguatan sektor pendidikan, kesehatan dan pemanfaatan teknologi.
Sosial dan Keamanan
Perlindungan sosial untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran serta stabilitas keamanan wilayah.
Musrenbang ini juga melibatkan pemaparan dari BPS, BPKAD.serta Bappeda Provinsi Sumatra Selatan untuk memastikan data yang digunakan akurat dan selaras dengan target pembangunan regional.
Melalui forum ini, Pemkab OKU Timur berharap kesepakatan yang lahir dapat dieksekusi secara efektif untuk kesejahteraan masyarakat “Sebiduk Sehaluan”.(*)

