Wamentan Sudaryono ke OKU Timur, Genjot Modernisasi Pertanian

OKUTIMUR.ID – Fenomena El Nino yang mengancam produktivitas pangan nasional membuat pemerintah bergerak cepat. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono turun langsung ke Desa Sidomakmur, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Kamis 23 April 2026.

Kunker tersebut untuk memastikan langkah antisipasi berjalan maksimal. Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa percepatan masa tanam dan penguatan mekanisasi pertanian menjadi harga mati agar hasil panen tetap melimpah meski curah hujan menurun.

“Intinya, petani harus dapat menanam lebih cepat dan lebih banyak, sehingga hasil panen juga meningkat,” tegas Sudaryono dalam keterangannya.

Modernisasi Bukan Sekadar Tren
Dalam kunjungan tersebut, Wamentan bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKU Timur Lanosin tak segan terjun ke Sawah.

Ketiganya mempraktikkan langsung penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) canggih yakni Rice Transplanter Tipe Riding dan Walking.

Menurut Sudaryono, penggunaan teknologi di tengah ancaman kekeringan bukan lagi sekadar gaya-gayaan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga efisiensi produksi.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mengguyur fasilitas bagi para petani agar frekuensi tanam tidak kendor meskipun dibayangi El Nino.

HKTI Harus Mengakar ke Desa
Tak hanya bicara teknis, momen ini juga menjadi saksi pelantikan pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Selatan periode 2026-2031 di bawah nakhoda Budiarto Marsul.

Selanjutnya, Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN HKTI memberikan pesan menohok.

Wamentan meminta organisasi ini tidak bersifat eksklusif atau hanya berada di “Menara Gading”.

“HKTI harus mengakar hingga ke desa-desa. Dengan demikian, berbagai permasalahan yang dihadapi petani dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan secara tepat,” kata Sudaryono.

Sumsel Tetap Lumbung Pangan Nasional
Gayung bersambut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menginstruksikan seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk menjadikan HKTI sebagai mitra strategis Dinas Pertanian.

Sinergi ini dianggap krusial untuk mempertahankan status Sumsel sebagai lumbung pangan nasional melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Petani merupakan tulang punggung perekonomian daerah. HKTI harus hadir secara nyata dalam membela dan memperjuangkan kepentingan mereka,” pungkas Herman Deru.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi seperti Ketua Harian HKTI Bachtiar Utomo, Direktur Utama PT Pusri Maryono, serta sejumlah kepala daerah di Sumatera Selatan. (*)

PT. MEDIA BHAKTI TRI PUTRA