Kapolri Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

OKUTIMUR.CO, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si, telah tetapkan enam orang tersangka terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Jumat, 7 Oktober 2022 dalam konferensi persnya.

Kapolri menegaskan, Pasca tragedi memilukan yang menewaskan ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Kapolri Umumkan 6 (enam) Tersangka dan memastikan bahwa tim investigasi akan bekerja secara maksimal.

Keenam tersangka antara lain:

1. AHL (Direktur Utama PT LIB)AH (Ketua Panpel) 3. SS (Security Officer) 6. PSA (Kasat Samapta Polres Malang)

2. AH (Ketua Panpel)

3. SS (Security Officer)

4. WSS (Kabag Ops Polres Malang)

5. H (Danki III Yon A Brimob Polda Jatim)

6. PSA (Kasat Samapta Polres Malang)

Dalam hal tersebut Listiyo Sigit juga menekankan, Mereka dijerat Pasal 359 dan 360 KUHP, dan Pasal 103 Jo Pasal 52 UU RI No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Kapolri menjamin Tim bekerja maksimal usut tragedi Kanjuruhan.

“Kami tentunya akan betul-betul menyelesaikan kasus yang saat ini kita proses, khususnya yang pidana. Kami akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung.” Jelasnya. (Ril)

Pasca Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Nonaktifkan Kapolres Malang

OKUTIMUR.CO, Jakarta – Pasca Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Nonaktifkan Kapolres Malang hal tersebut disampaikan langsung Kadiv Humas Polri Irjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M. Hum, M. Si, M.M, Senin malam tanggal 03 Oktober 2022 dalam konferensi persnya.

“Malam hari ini bapak Kapolri mengambil suatu keputusan, berdasarkan surat telegram Nomor: ST/ 2098/ X/ Kep /2022 menonaktifkan segaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, S.H., S.I.K., M.H., dimutasikan sebagai pamen SSDM Polri,” Jelas Kadiv Humas Polri.

Selain itu Bareskrim Polri juga akan memeriksa Direktur PT LIB dan Ketua PSSI Jatim buntut dari tragedi kerusuhan stadion Kanjuruhan, Malang provinsi Jawa timur yang merenggut ratusan nyawa dari hasil pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut.

Sebelumnya Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. M. Si menyampaikan, Tragedi Kanjuruhan adalah duka seluruh masyarakat Indonesia. “Saya mengajak masyarakat untuk mendoakan agar almarhum diterima di sisinya dan keluarga korban diberikan kesabaran dalam menjalankan ujian ini,” Tuturnya.

Kapolri juga menegaskan, Akan usut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan saat dirinya meninjau lokasi terjadinya kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10).

Sedangkan dari TNI AD langsung merespon, Berjanji akan memproses pidana oknum yang terlibat kekerasan terhadap suporter. Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengatakan bahwa aksi video viral tendangan yang dilakukan oknum anggota TNI saat kericuhan di Kanjuruhan tidak sesuai SOP. “Itu termasuk bukan dalam mempertahankan diri, bagi saya masuk ke tindak pidana, kami akan tuntaskan,” Katanya (3/10). [GM]

Perintah Presiden Jokowi Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan

OKUTIMUR.CO, Jakarta – Pertandingan sepakbola Liga utama Indonesia mempertemukan Arema FC persus Persebaya di stadion Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa timur terjadi kerusuhan yang mengakibatkan 129 jiwa meninggal dunia termasuk dua personil kepolisian, Sabtu malam, 1 Oktober 2022 .

Kejadian tersebut mulai terlihat setelah babak pertama usai dan terjadi keributan di tribun 12-13, babak kedua semakin Pasan setelah kesebelasan Persebaya berhasil mencetak gol ke-3 sampai peluit panjang ditiupkan Wasit, Arema tidak bisa menambah golnya.

Bermula dari beberapa oknum suporter yang masuk kelapangan sepakbola, namun semakin banyak yang masuk dari berbagai sisi sehingga kondisi kericuhan di stadion tidak bisa dielakkan dan semakin tidak terkendali.

Pihak aparat dan keamanan telah berupaya mengusir para suporter, karena semakin banyaknya suporter meringsek masuk ke lapangan bahkan menyerang aparat kepolisian, kondisi semakin tidak kondusif.

Kemudian aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan, Suporter yang panik berhamburan mencari pintu keluar stadion yang saling berdesakan.

Sekitar pukul 23:30 Wib terjadi insiden pelemparan batu ke arah mobil dan pengeroyokan terhadap aparat.

Kondisi di luar stadion mencekam, karena banyak suporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita, ” Tulis Akun @RezqiWahyu_05 yang menceritakan kronologi kejadian saat dia pulang selamat sampai di rumah usai menonton langsung pertandingan antara Persebaya VS Arema FC, (2/10) Pukul 02:25 Wib

Korban dari Kepolisian dinyatakan dua orang tewas yaitu Bripka Andik Purwanto yang merupakan personel Polres Tulungagung Polda Jatim dan Briptu Yoyok Pujiono anggota Polres Trenggalek Polda Jatim.

Dua anggota Kepolisian yang tewas akibat tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur

Presiden republik Indonesia Jokowi yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan, dukacita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Saya mengintruksikan kepada Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang dirawat di rumah sakit, untuk mendapatkan pelayanan terbaik,” Presiden Jokowi, Minggu (02/10).

Presiden juga perintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pertandingan, prosedur pengamanan penyelenggaraan sepakbola.

“Khusus Kapolri, segera lakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini, Sedangkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan,” tegasnya.

Presiden sangat menyesalkan tragedi berdarah yang merenggut nyawa di tanah air dalam olahraga hiburan Sepakbola. “Jangan sampai terulang lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang, Sportivitas, rasa kemanusiaan, dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” Pesannya.

Sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Tim investigasi Tragedi Kanjuruhan akan datang dari Mabes Polri terdiri dari tim Bareskrim, Propam, Inafis, Puslabfor dan lain-lain. [R10]