Site icon OKUTIMUR.ID

Digitalisasi Pendidikan, OKU Timur Luncurkan Aplikasi Si Gancang untuk Pangkas Birokrasi

FOTO : IST - Bupati Lanosin dan dr. Sheila Noberta saat peluncuran aplikasi Si Gancang, Senin 4 Mei 2026

OKUTIMUR.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur resmi memulai transformasi digital di sektor pendidikan melalui peluncuran aplikasi “Si Gancang”.

Sistem layanan administrasi sekolah berbasis elektronik ini dirancang untuk memangkas birokrasi yang selama ini dinilai lamban dan masih bersifat manual.

Peluncuran Si Gancang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat kabupaten di Martapura, Senin (4/5/2026).

Transformasi Layanan Mandiri
Fokus utama Si-Gancang adalah mengalihkan pengurusan dokumen penting seperti legalisir dan pengesahan, dari sistem fisik ke platform daring yang terpadu.

Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor dinas. Pemohon cukup mengunggah dokumen dan memantau status verifikasi secara Real Time.

Untuk menjamin keaslian, sistem menyematkan kode verifikasi digital pada setiap dokumen yang diproses.

Bupati OKU Timur, Lanosin, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan publik di wilayahnya.

Namun, Bupati mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap dibarengi dengan integritas sumber daya manusia (SDM).

“Teknologi membantu mempercepat pekerjaan, tetapi kejujuran dan tanggung jawab tetap menjadi dasar utama pelayanan,” ujar Lanosin saat memberikan sambutan.

Transparansi dan Efisiensi
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari tuntutan transparansi dan efisiensi.

Menurutnya, digitalisasi kini menjadi kebutuhan mutlak agar layanan pendidikan lebih inklusif.

“Kami ingin memastikan layanan menjadi lebih cepat dan tetap terjaga keamanannya,” kata Wakimin.

Langkah ini menandai pergeseran tata kelola pemerintahan di OKU Timur menuju sistem yang lebih akuntabel.

Dengan Si Gancang, pemerintah daerah berharap dapat membangun kepercayaan publik melalui birokrasi pendidikan yang lebih modern dan terbuka.(*)

Exit mobile version